Tim Kami

Mira Kusumarini

Direktur

Mira adalah pendiri EMPATIKU (Empati Saya) dan menjabat sebagai Direktur sejak didirikan pada tahun 2015. Pada tahun 2018, Mira menerima Penghargaan Pemenang N-PEACE…

 

(Kategori Untold Stories) atas perannya sebagai anggota terkemuka gerakan masyarakat sipil dalam mencegah ekstremisme kekerasan, mempromosikan perdamaian melalui dialog dan pendidikan. Bekerja secara aktif dengan anak-anak dan perempuan yang kembali bergabung dengan selamat ke dalam masyarakat, Mira berada di garis depan upaya deradikalisasi. Sebagai salah satu pendiri, Mira memimpin C-SAVE (Masyarakat Sipil MelawanViolent Extremism) – jaringan organisasi masyarakat sipil yang bekerja sama untuk mengatasi ekstremisme kekerasan di Indonesia dan sekitarnya. Selama kepemimpinannya, Mira telah melakukan inovasi program perubahan sistem termasuk Rehabilitasi dan Reintegrasi bagi pengungsi yang kembali dari afiliasi ISIS, yang kini sedang dalam proses untuk diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Mira juga memprakarsai Sistem Peringatan Dini Berbasis Komunitas melawan ekstremisme kekerasan, yang bekerja sama dengan kuat dengan Pemerintah lokal. Dari 33 tahun karirnya di sektor warga negara, Mira membawa kualitas kewirausahaan yang tinggi dan pengalaman manajerial dan programatik yang luas dalam menangani masalah-masalah negara yang menakutkan. Dia memiliki pengalaman yang luas dalam seni fasilitasi, bermitra dengan pemerintah, media, sektor bisnis, lembaga pendanaan, dan komunitas internasional .

Poppy Margaretha

Sekretaris

Komitmen Poppy pada kegiatan sosial sudah sejak lama. Dia sangat aktif secara sosial dan memegang ketua komunitas lingkungan…

dan Dewan Penasihat Gereja selama dekade terakhir. Ia memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia. Bekerja sebagai agen asuransi di beberapa agensi di Jakarta sejak tahun 2002. Dia memperoleh pengalaman administrasi kesekretariatan saat bekerja di PT. United Tractors, Jakarta selama sebelas tahun dan di PT. Astra International, Jakarta selama dua belas tahun. Indonesia pada tahun 1972.

Imaculata Shinta

Bendahara

Shinta sudah sangat aktif dalam kegiatan sosial sejak muda baik di tingkat komunitas maupun kelembagaan. Dia juga mendapatkan pengalaman sosial …

aktivisme selama dua tahun studi di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan , Bandung. Dia adalah salah satu pengurus Dharma Wanita PLN Pikitring Kalimantan, Balikpapan pada tahun 1992 – 2000 dan di PLN Pikitdro Jabar , Jakarta pada tahun 1983 – 1988. Sejak tahun 2000 hingga sekarang, Shinta bekerja sebagai freelance design, konstruktor dan konsultan pengembangan. . Dia adalah manajer bisnis rental mobilnya sendiri di Jakarta selama lima tahun sebelum bekerja sebagai petugas keuangan di sebuah perusahaan asuransi PT. Asuransi Ramayana, Bandung selama tiga tahun.

R.Tribuana Dewi

Petugas Sumber Daya Kreatif

Dewi lulus dari Universitas Katolik Parah – yangan , Fakultas Ekonomi, jurusan Sumber Daya Manusia…

pada 2016. Dia saat ini menjalankan relawan ahli untuk divisi penggalangan dana di Empatiku . Selama empat tahun terakhir, dia telah bekerja di sebuah perusahaan bisnis internasional dan saat ini menjabat sebagai petugas keberlanjutan. Pengalamannya menjadi relawan sosial sejak sekolah menengah dan universitas menjalankan berbagai kegiatan sosial dari pengembangan media kreatif hingga aktivisme lingkungan.

Mega Priyanti

Petugas Program

Mega memiliki hasrat yang kuat untuk bekerja dengan komunitas lokal yang membuatnya mendapatkan pengalaman dan keahlian untuk masa lalu…

dua dekade dalam keterampilan fasilitasi dan pengorganisasian masyarakat dalam konteks dan pengaturan yang berbeda di seluruh Indonesia. Sejak 2017, Mega telah bekerja dengan EMPATIKU untuk membantu pengungsi yang kembali, yang dideportasi, dan mantan narapidana teroris yang berafiliasi dengan ISIS dalam proses reintegrasi sosial mereka. Saat ini, ia bekerja sama dengan empat komunitas lokal di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan mengembangkan sistem peringatan dini berbasis komunitas agar dapat mendeteksi tanda-tanda peringatan dini ideologi ekstremisme. Ia juga bekerja untuk AMAN Indonesia untuk membantu masyarakat dalam kegiatan perdamaian di daerah pasca konflik Poso , Madura, dan Sampit selama dua periode (2007 – 2012 dan 2018 – 2019). Pada tahun 2003 – 2006, dia bekerja dengan Search for Common Ground Indonesia dalam program pembangunan perdamaian perempuan di Sampit dan Madura serta di masyarakat miskin perkotaan di Jakarta. Selama tiga tahun pada 2000 – 2003, Mega telah mengangkat Ketua Presidium Suara Ibu Peduli Bidang Pembangunan Ekonomi Perempuan.

Sellawati

Staf Administrasi Keuangan

Sellawati memiliki gelar Sarjana Bimbingan dan Konseling dari Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta. 

pengalaman dalam administrasi keuangan menyediakan laporan keuangan dan administrasi kantor di sektor swasta dan organisasi nirlaba.

Witono Wahyu

Petugas Komunikasi

Witono , latar belakang pendidikan di Teknologi Informasi adalah lulusan magister di Institut Teknologi Bandung. Dan  berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang Pengembangan Perangkat Lunak TI dan Multimedia ini.

Dalam 10 tahun terakhir, Witono telah memperoleh keahlian dan pengalaman di bidang komunikasi, sejak ia memulai usahanya sendiri di bidang Desain Grafis, Pengembangan perangkat lunak dan multimedia kreatif.

Organisasi