Sistem

Deteksi dan Pencegahan Dini

Kekerasan

Berbasis Kelurahan

  Bom bunuh diri dan aksi-aksi terorisme telah menimbulkan banyak korban, masyarakat umum yang tidak bersalah pun menjadi korban. Rasanya sulit dimengerti, bagaimana bisa, manusia menjadi pembunuh bagi manusia lain bahkan mengatasnamakan agama dan jihad. Sedangkan sesunguhnya ajaran agama mana pun tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi membunuh. Namun kurang nya pengetahuan dan keinginan untuk memperbaiki diri (hijrah) yang sebenarnya merupakan hal baik, telah dijadikan alat bagi kelompok-kelompok radikal untuk merekrut anggota dan menjadikan mereka ujung tombak bagi “perjuangannya” menyikapi hal ini sangat penting untuk memperkuat masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda-propaganda yang gencar disampaikan.

 Masyarakat merupakan lapisan yang paling memungkinkan untuk menjaga wilayahnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan terutama para perempuan yang sangat aktif berkegiatan. Majelis taklim, arisan, posyandu , senam bersama adalah kegiatan sosial yang memungkinkan adanya pertemuan rutin. Pertemuan-pertemuan ini jika dimaksimalkan bisa menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan, daya tangkal masyarakat dan menumbuhkan kepedulian terhadap kasus-kasus kekerasan yang ada diwilayahnya agar tidak berkembang menjadi ekstremisme kekerasan. Agar efektif tentu saja perlu dibangun sebuah sistem yang melibatkan berbagai pihak, atau lembaga-lembaga terkait seperti pemrintah , kepolisian puskesmas dll.

apa

Yayasan Empatiku bermitra dengan Csave sejak September 2019 telah membangun sistem deteksi dan pencegahan dini ekstremisme kekerasan di 3 kelurahan kota Tangsel (kelurahan Benda Baru, Jombang dan Pondok Kacang Timur) dan 1 kelurahan yaitu Kel Kenanga Kec Cipondoh  kota Tangerang. Dimulai dengan audiensi ke pemerintah kota dan badan Kesbangpol, lalu sosialisasi ke kelurahan-kelurahan kemudian melakukan musyawarah bersama untuk memilih tim kelurahan yang nantinya akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar tim ini benar-benar paham dan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari Pihak Kelurahan.

Sistem deteksi dan pencegahan dini ekstremisme kekerasan berbasis kelurahan